Teruntuk Mama Bapak yang di hatinya ada surga
Teruntuk dua pasang tulang punggung pencetus segala kisah-kisahku
Teruntuk dua pasang tangan penopang setiaku di tiap lengan
Teruntuk dua pasang kaki, penegak sakti saat langkahku kehilangan sandi
Teruntuk dua pasang mata, penyaksi hingga aku tumbuh dewasa
Teruntuk dua pasang mulut, penggerutu saat aku tak bermutu
Aku ingin sedikit bercerita kepada dunia, betapa bangganya aku lahir dan dibesarkan dari dua pasang surga berjalan. Di kerak menjadi dewasa hingga menemukan arti jati diri, di topang saat jatuh hingga bisa jalan sendiri.
Di ajari mencintai perempuan setulus hati
Di ajari membahu teman tanpa perlu menyeleksi.
Di ajari menahan lapar melanda tengah malam
Di ajari menahan beku tubuh saat hujan mendekap dengan dingin paling gigil
Di ajari menahan dahaga kerongkongan saat matahari menyengat dan membakar
Di ajari menahan pening mengetuk kepala saat datang ujian demi ujian
Di ajari melipat tangis dengan tasbih
Untuk setiap beban berat yang kalian pikul
Untuk setiap derat langkah penuh do'a
Untuk setiap rinai air mata berderai dari kedua pasang pelupuk mata
Untuk setiap ketulusan mencari nafkah di terik matahri, di tiap kelas menghadapi bagai macam murid
Untuk setiap bakar semangat yang kalian kobarkan di nadiku
Untuk setiap langkah kaki yang gopah menapak tilasi
Untuk setiap syukur yang meninggi meski hidup kian lemur
Untuk setiap gelak gemetar bibir kalian saat berkata "Maaf nak, sabarlah dulu. Belum ada uang jajan untukmu hari ini"
Untuk setiap hal yang Mama Bapak perjuangkan untukku
Percayalah, aku mencintai kalian dengan sungguh-sungguh
Dengan do'a yang menggebu-gebu
Dengan lantunan shalawat ritmis yang syahdu
Inginku persembahkan kepada kalian
Masa depan yang sukses
Dari jerih upaya serta derai doa Mama Bapak
Bukan untuk apa-apa
Selain ingin membuat kalian bahagia
Saat kalian berteriak bangga kepada siapa saja "Perkenalkan, ini anak saya"
#Panjang umur, Mama Bapak
--Ahrann--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama :
Email :