Selamat senja Naila Riska Anggraini
Sekarang aku ingin sedikit mengulas kembali kisah puitisku bersamamu, agar kita tak pernah bosan berjalan beriringan, agar apa yang kita impikan benar-benar nyata.
Masihkah kau ingat dengan senja yang kian termaung menyaksikan kita bercengkrama melepas gundah di atas gedung sekolah yang setengah jadi itu? Seolah-olah senja terlihat cemburu denganmu yang begituku dendangkan.
"Serasa semesta milik berdua" ucapmu sambil merayu. Meski sampai hari ini belum ada kata sepakat darimu untuk menjadikan kita sepaket. Tak apa, karna status tak menjamin kita sampai ke palamin.
Yang terpenting aku dan kamu tetap sapakat menjalin komitmen, saling menjaga hati satu sama lain.
Sebab aku mencintaimu lebih banyak dari debar, lebih besar dari sabar, lebih lama dari selamanya. Pun kamu begitu
Tak terasa senja makin tenggelam di ufuk barat, garis-garis magenta terbias di antara langit jingga berpadu biru. Dan kita masih saling bercengkrama di sudut tembok sekolah. Menikmati setiap detik waktu dalam menghantarkan matahari terbenam. Di tingkahi hembus angin sore memainkan setiap helai rambut yang jatuh tergerai menutupi dahi.
"Aku ibarat senja itu, datang sekali di antara siang dan malam. Tapi ia setia, Tak pernah lupa untuk kembali keesokan hari meski malam kerap melahapnya dalam hitam hari" Kataku dengan getir.
Kamu tersenyum merebahkan kepala pada bahuku yang tegap. Kemudian kita saling bergenggam erat. Aku cinta kamu, sesederhana kamu mencintaiku.
Hingga tiba saatnya pulang
Kita jalan menuruni anak tangga sambil bergenggam tangan, tertawa lepas serta usapan di kepala. Semua terasa menyenangkan denganmu, tak tau waktu hingga lupa batas diri. Mengantarmu kembali pulang ke rumah agar dapat memastikanmu pulang dengan selamat. Selapasnya aku yang kembali pulang, menghitung kembali sajak-sajak kita tiap derat langkah tadinya.
Tuhanku yang maha cinta.
Bila cinta ini adalah sesuatu yang kau kehendaki,
maka jaga kami.
Biarkan kebahagiaan mengetuk pintu-pintu hati.
Hingga hilang desak yang sesugukan sesak.
Perkenankan kami bahagia dalam kebarsamaan tanpa sekat.
--Ahran--