Ibu
Aku sayang ibuku, karna hanya kata terima kasih tak mampu mengalahkan rasa suci kasihnya padaku. Karena yang ku tau mengandung dan melahirkan adalah sebaik-baiknya kasih sayang.
Kasihmu tak pernah dangkal, padahal selalu saja anakmu ini bersifat jengkel. Sayangmu tak terbendung, padahal tak jarang anakmu ini membuat hatimu mendung
Aku buah hatimu, sebongkah daging yang kau keluarkan dengan susah payah di rahimmu. Bahkan saat aku sebesar ini pun masih saja menyusahkanmu, aku anak yang payah memang.
Bu, mungkin saat jemarimu tak mampu merangkulku lagi, setidaknya tiada henti ku berdoa pada Tuhan tuk selalu melindungimu dengan tangan misteriusNya
Aku pernah bertanya pada ibu "Apa benar surga itu ada?". Tanpa pernah menyadari bahwa ibu lah surga itu sendiri
Entah apa yang ada di benaknya saat anak terkasihnya ini jarang pulang, menghabiskan banyak waktu dengan orang-orang yang tak sejernih kasihnya. Kalau saja boleh memilih, aku lebih memilih tetap menjadi sebongkah daging di janinmu, menetap di janinmu selamanya, merasakan hangat napas yang tak sedingin lautan lepas, menamani tiap panas dingin tubuhmu. Tanpa perlu keluar dan mengenal apa itu dunia, agar aku tak pernah jauh dari surgaku
Untukmu seseorang yang ku sebut surga
Untukmu seseorang yang ayah sebut cinta
Tetaplah menjadi alarm di tiap hidupku
Tataplah menjadi tempatku mengadu kisah
Tetaplah menjadi tempatku berteduh dari hujan, malam dingin, atau saat ku tak puya tujuan
Terimakasih yang tak terhingga untukmu; surgaku
Dariku; buah khuldimu
--Ahran--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama :
Email :