Total Tayangan Halaman

Senin, 27 Juli 2015

Sepasang Perindu

       Mungkin bagi sebagian orang menjalani hubungan cinta jarak jauh hanya buang-buang waktu saja. Tapi ada beberapa orang memilih tetap bersama meski ada ribuan kilometer jarak yang memisahkan. Jarak bukan tolak ukur kebahagiaan, meski rasa perih merindu tak tertahan.
Memang menjalani hubungan pacaran jarak jauh tidak ada jaminan untuk selalu utuh.
Tapi paling tidak mereka telah sama-sama berusaha memeluk erat rindu yang kian mengkarat.
Tak usah sesalkan jarak, ini hanya bagian dari rencana Tuhan agar kalian paham memiliki tak harus selalu saling beregenggam tangan, juga bukan soal peluk-memeluk semata, tapi bagaimana cara melatih rindu yang kian tertatih. Kelak, akan ada hari dimana kalian hanya berkisar satu dengusan nafas.


       Tak usah tergoda dengan mereka yang bermesraan dengan kekasihnya di taman bunga.
Percayalah ada seseorang yang hatinya berbunga-bunga menunggumu memangkas jarak.
Langit nampak menurunkan gerimis dengan melodi ritmis.
Berharap dia datang memeluk dari belakang, mungkin akan terasa manis.
Kenapa rindu bisa menjaga hubungan? Sebab hanya rasa rindulah menjadi alasan untuk mengupayakan pertemuan. Tak ada hal yang paling membahagiakan dari sepasang perindu selain ketika mereka tau bahwa mereka saling merindukan. Jarak adalah jeda sekat yang di persiapkan Tuhan untuk diisi dengan doa-doa.


       Cinta berjarak tak pernah mudah. Sekali lengah rindu bisa begitu telak membuat jenguh.
Tapi bukan berarti kalian harus menyerah. Kenyataannya bahwa akan ada sua istimewa dengan kalian yang menjaga setia. Tak apa, jarak tak akan memisahkan kalian selamanya.
Akan tetap ada waktu dimana kalian memangkas sejauh apapun jarak itu. Kembali berbagi hangat canda tawa, saling memeluk erat-erat tanpa takut terjerat

        Tetaplah bersabar dalam menanti temu. Karna jika salah satu dari kalian terhasrat menuai rindu, akan ada bagian yang menjadi abu.
Bukankah jarak hanya persoalan pada angka-angka peta saja?
Mencintailah dalam dekat-dalam jarak, dalam lekat-dalam sekat

        Biarlah sesekali jarak membuat kalian jauh, agar dapat mengutuh sesak rindu yang runtuh.
Rindu begitu mudah mengundang kenangan, sesekali tertawalah mengingatnya, selepasnya hanya ada rasa getir. Mengetahui bahwa hal itu tak dapat terulang kembali. Lalu membentuk bulir-bulir bening dari kelopak mata, membentuk dua aliran sungai membasahi pipi. Hingga resah dalam ridu berkesudahan

Untuk kalian yang terpisahkan jarak,
Bersabarlah ini hanya sementara


--Ahran--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama :
Email :