Total Tayangan Halaman

Sabtu, 25 Juli 2015

Tentang Perempuan Yang Tak Pernah Pergi Dari Ingatan

Ini tentang perempuan yang meneduhkan, tentang perempuan yang tak pernah pergi dari ingatan. Meski berkali-kali ku coba hilangkan, meski berkali-kali ku coba menghilang. Aku mengenalnya lewat jutaan nama yang teracak dalam dunia maya, menemukannya diantara sajak-sajak sendu yang beradu, memahami sifat-sifatnya yang terhasrat
     Tak jarang dia terlihat manja di depanku, seperti seorang anak merayu ibunya untuk di belikan mainan baru. Tapi di lain waktu, dia juga berubah menjadi perempuan yang dewasa, perempuan yang meneduhkan. Dia selalu punya lelucon yang bahkan lebih dari kata konyol, yang selalu saja jadi alasan kami mengundur waktu pulang saat berdua, tetapi waktu tak mau patuh terhadap kami, tetap saja kami yang harus mengalah dan kembali pulang. Bagiku melihatnya tertawa adalah bahagiaku seutuhnya. Dia indah dengan caranya sendiri dan dia indah tanpa alasan
     Ini masih tentang dia
Tentang seseorang yang selalu ku jadikan rumah untuk kembali pulang dan merebah lelah, saat seluruh anggota badan kelelahan menikmati indahnya ciptaan Tuhan namun tak melebihi indahnya dia. Dia adalah alasanku menjadi kuat meski tetap saja dia lah kelemahanku. Ada garis lekuk di matanya yang membuatku betah menatapnya berkali-kali dan berlama-lama, lekukan mata yang benar-benar membuatku candu
     Dia adalah spirit yang Tuhan lukiskan di kain kanvas putih polosku. Dia adalah yang pertama membuat yang kedua dan ketiga tak pernah ada, dia adalah yang terakhir dimana waktu ku harap tak pernah berakhir. Hidupku seolah-olah di sihir olehnya, dia cantik dan menawan tetapi bukan Sang Dewi
     Dia adalah seseorang yang bawel dalam hal mengomeliku saat lalai terhadap hal-hal kecil dan remeh. Seolah hidupnya tak tenang bila melihat seragam sekolahku kusut. Seolah hidupnya menjadi tak tentram bila melihat sisa makanan yang terdapat pada mulutku selasai makan. Namun tetapi dia selalu saja meneduhkan, merapikan kembali bajuku yang kusut, mengusap kembali sisa makanan di mulutku, itu salah satu hal yang membuatku tak pernah ingin jauh darinya. Dekapnya pun membuatku merasa lebih dari nyaman, membuatku merasa teduh dengan segala keteduhan yang ia punya
    Ini masih tentang dia, tentang dia yang tak pernah pergi dari ingatan. Di hatinya aku tersesat tanpa hilang arah, tau jalan keluar tapi tak ingin keluar. Isi kepalanya adalah kegembiraan hari Raya. Padanya aku layaknya anak kecil yang bahagia mengenakan baju baru di hari Raya
    Ini juga masih tentang dia. Dia adalah sosok superhero yang muncul seketika di saat aku hilang arah sendirian. Dia adalah sosok penyabar meski tak jarang tingkahku yang kelewat batas. Ia tak pernah lesu mendengarkanku bercerita. Saling menertawakan kekonyolan-kekonyolan yang pernah kami buat yang selamanya akan kami rindukan nantinya. Dia satu kata di atas sempurna, yaitu selamanya

--Ahran--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama :
Email :